Estimasi Rumput Laut (Algae) menggunakan Metode Sampling Kuadrat Plot

Rumput laut (Seaweeds) adalah makroalgae laut dari tumbuhan eukaryotik, tidak memiliki sistem saluran metabolik dan kebanyakan bersel banyak yang memiliki selaput/dinding inti sel. Tumbuhnya kebanyakan dalam berbagai bentuk dan warna di daerah sepanjang pantai, melekat pada batu, koral, pasir, binatang dan tanaman lainnya. Tumbuhan ini memiliki nilai berarti dalam penyediaan habitat dan makanan bagi berbagai binatang laut dan beberapa jenis diantaranya juga memberikan manfaat langsung kepada manusia melalui penggunannya untuk bahan sayuran, obat dan farmasi serta produk fikokoloidnya berupa agar, karaginan dan alginat. Kelompok algae ini umumnya terdiri dari Divisi; Klorofita (Chlorophyta), Faeofita (Phaeophyta) dan Rodofita (Rhodophyta).

Casa Pengamatan

Sampling Kuadrat

Dengan 50x50m ‘site’ (lokasi), letakkan 3 transek (masing-masing 50 m) parallel satu dengan

lainnya, 25m jauhnya dan tegak lurus dari pantai. (lihat contoh gambar); dimana tiap kuadrat

yanf ditempatkan sebagai sampling harus mengikut langkah-langkah dibawah ini:

1. Setelah lokasi disiapkan dan transek telah terpasangi/tersusun; segera diambil foto dokumentasi

dengan prosedur; Foto dokumentasi diambil pada 5m, 25m, 45m kuadrat pada tiap transek;

atau pada kuadrat-kuadrat tertentu yang dipilih khusus.

  • • Sebelum foto diambil, pertama-tama letakkan foto kuadrat yang ditandai (diberi label)

disampling kuadrat menurut kode penomoran yang telah ditentukan .

  • • Ambil foto dokumentasi dengan sudut severtikal mungkin, sudah termasuk didalamnyaa

keseluruhan rangka/frame kuadrat dan label kuadrat. Diusanhakan agar menghindari bayangan

atau daerah refleksi/pantulan air di area pandang.

2. Cek kotak foto yang diambil pada lembaran data kuadrat.

3. Gambarkan komposisi sedimennya; Untuk memperoleh hasil tersebut, benamkan jarijari

anda pada dasar perairan/substrat tersebut dan raba teksturnya (susunannya).

Jelaskan keadaan sedimen tersebut sesuai urutan dominannya; musalnya: pasir, pasir

halus/beriumpur.

4. Estimasi/taksir prosentasi luas tutupan. Taksiran prosentasi luas tutupan rumput laut

pada kuadrat menggunakan “foto lembaran persentase laus tutupan standar” sebagi

penuntun.

5. Identifikasi jenis-jenis rumput laut pada kuadrat lewat penetuan persentase kontribusi

tiap spesies/jenis (total harus 100%). Gunakan kunci indentifikasi yang tersedia.

6. Pengukuran tinggi kanopi. Ukur tinggi kanopi rumput laut dengan mengabaikan 20%

dari daun-duan tertinggi. Pergukuran dilakukan dari dasar hingga ujung-unjung daun.

7. Perikiraan prosentasi tutupan alga. Perkiraan prosentasi tutupan alga dalam kuadrat.

Alga bisa saja menutupi daun-daun dari rumput laut. Gunakan pertunjuk presentasi

tutupan alga.

8. Catat dan hitung semua organisme lain. Catat dan hitung organisme lain yang

mungkin penting (Contoh, jumlah dari moluska, teripang, bulu babi, bebas dari aktifitas

makan dari penyu) yang ada dalam kuadran.

9. Ambil contoh dari rumput laut bila diperlukan. Contoh rumput laut harus ditempatkan

dalam kantong plastik yang berisi air dan telah diberi label/kode lokasi. Pilih contoh

rumput laut yang dapat mewakili setiap spesies dan pastikan bahwa semua bagian

rumput laut terambil, termasuk rizoma akar. (Bila mungkin kumpulkan lamun beserta

dengan buah daunnya).

Untuk lebih jelasnya klik link Metode Kuadrat Plot ini

%d blogger menyukai ini: