
Gambar 1. Potret Tim PPK Ormawa KSK Biogama dalam Pemanenan Ulva sebagai Bahan Baku Nori
Kemadang, 1 Agustus 2025 — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Kelompok Studi Kelautan (KSK Biogama) Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada mengembangkan program SEAVORA, yaitu inovasi produk nori berbahan Ulva (alga) berbasis zero waste dan digital marketing. Program ini diinisiasi sebagai bentuk upaya menangani permasalahan tingkat kemiskinan yang tinggi di daerah Gunungkidul dan pemanfaatan Ulva sp. sebagai sumber daya yang kurang maksimal. Adapun tujuan dari program ini, yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan digital marketing, optimalisasi sumber daya alam di sekitar pesisir pantai Gunungkidul menjadi produk olahan bernilai ekonomis, dan penerapan sistem ekonomi yang berkelanjutan dengan prinsip zero waste.
Melalui program SEAVORA, Tim PPK Ormawa mengembangkan dan melaksanakan tiga kegiatan unggulan, yaitu produksi nori tabur dan nori lembaran berbahan Ulva, pengolahan limbah produksi menjadi pupuk cair organik (biofertilizer), dan penjulanan produk berbasis digital marketing. Program ini dilaksanakan dari bulan Juli hingga Desember 2025 dengan keberlanjutan program yang terus dipantau dan ditingkatkan oleh Tim PPK Ormawa KSK Biogama dan pihak Universitas Gadjah Mada sampai tahun 2027. Target sasaran program ini adalah kelompok ibu-ibu PKK masyarakat Kalurahan Kemadang, Wonosari, Gunungkidul yang sekaligus bekerja sebagai kelompok pedagang di pesisir pantai wisata Gunungkidul. Tentu saja, kelompok inilah yang menjadi kunci ekonomi pesisir khususnya Kalurahan Kemadang, Gunungkidul.
Program SEAVORA menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa UGM dan masyarakat untuk mewujudkan prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam memberikan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Emas. Harapannya, program pengembangan nori dari Ulva tidak hanya menjadi produk unggulan baru dari masyarakat Kalurahan Kemadang tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi yang berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.
