
Gambar 1. Foto produk nori karya kolaborasi Tim PPK Ormawa dan Kelompok Sayuk Rukun Masyarakat Desa Kemadang
Kemadang, 25 Juli 2025 — Ulva, dikenal juga sebagai selada laut, merupakan alga hijau yang hidup di perairan dangkal dan sering ditemukan menempel pada batu karang. Alga ini memiliki banyak potensi sebagai sumber makanan karena kaya akan protein, vitamin, dan mineral, serta dikenal memiliki senyawa bioaktif seperti flavonoid dan tanin. Selain itu, kelimpahan Ulva juga cukup tinggi di wilayah pesisir pantai Indonesia, salah satunya daerah pantai Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh karena itu, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Kelompok Studi Kelautan (KSK Biogama) Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada dengan topik desa wirausaha mengembangkan program inovasi produk nori berbahan Ulva berbasis zero waste dan penerapan digital marketing.
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh Perguruan Tinggi di Indonesia yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Pada kegiatan ini, Tim PPK Ormawa KSK Biogama mengusung program SEAVORA: Inovasi Produk Nori Berbahan Ulva Berbasis Zero Waste dan Digital Marketing untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kalurahan Kemadang, Gunungkidul. Program ini dilaksanakan bulan Juli sampai Desember 2025, dengan target kelompok sasaran masyarakat Kalurahan Kemadang, Gunungkidul, terkhusus ibu-ibu PKK sekaligus pedagang di pesisir Pantai Sepanjang, Gunungkidul, DIY.
Proses pembuatan nori dari Ulva dimulai dari pengambilan Ulva sebagai bahan baku utama. Pengambilan Ulva di pesisir pantai dilakukan secara konvensional, dengan bagian yang diambil hanya lembaran daunnya saja dan dipisahkan dari holdfast (struktur seperti akar). Untuk bisa menjadi nori, Ulva ini diolah melalui beberapa tahapan, meliputi pencucian, pengeringan, perendaman dengan garam, penghalusan, pemasakkan, pencetakan, dan pengovenan. Nori yang telah jadi dibentuk menjadi dua versi, yaitu nori tabur dan nori lembaran. Nori juga dikemas sesuai standar untuk dijual dan dipasarkan secara offline dan online ke konsumen oleh kelompok ibu-ibu PKK Kalurahan Kemadang, Gunungkidul. Produk nori dari Ulva yang dinamai sebagai “Lautic Nori” ini diharapkan bisa menjadi produk unggulan baru dari masyarakat Kalurahan Kemadang serta membuka peluang peningkatan ekonomi yang berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.
