5 Speaker Kelompok Studi Kelautan dalam 22nd Pacific Science Congress, Kuala Lumpur, Malaysia

PSC adalah  kongres dan seminar hasil penelitian dari ilmuan di Negara-negara asia pasifik diantaranya China, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, India, Indonesia dan negara di kepulauan polynesia. Hasil penelitian yang diseminarkan meliputi tema: A (Changing Climate, Global Change & Ecosystem), (Oceans, Earth, System & Risk Management) , (Globalization, Resources Constraints & Sustainability), (Health Challenges dan Science for Policy and the Future).  Delegasi KSK  mempresentasikan paper dalam tema (Changing Climate, Global Change & Ecosystem) (4 paper) dan tema Globalization, Resources Constraints & Sustainability (1 paper).

(From Palunk to Kuala Lumpur)

Dalam salah satu lirik mars KSK tertulis “Hiduplah-hidup, Majulah-maju Kelompok Studi Kelautan..” semangat ini yang dibawa delegasi Kelompok Studi Kelautan dalam 22nd PSC di Malaysia. Pada kesempatan tersebut terdiri dari Cahya Kurnia Fusianto angkatan diklat VII, Zulfikar Ahmad Tanjung angkatan diklat VII, Sigid Dwi Maryanto Angkatan diklat VII, Ibnu Agus Ariyanto Angkatan diklat VIII dan Amaizni Mosyaftiani Angkatan Diklat X. Pada perhelatan PSC dua speaker masuk pada sesi Symposium yaitu Cahya dan Tanjung, sedangkan ketiga speaker masuk dalam sesi Non-Symposium.

Zulfikar Ahmad Tanjung mempresentasikan paper dengan judul “Comparison Biodiversity of Macroalgae between Sandy Substrate in Menjangan Kecil Island and Rocky Substrate in Coastal Area of Krakal, Indonesia”. Sebagai presenter pertama yang tampil dalam sesi paralel berhasil menunjukan keunikan biodiversitas algae antara Pantai Selatan Gunung Kidul dan Pulau Menjangan Kecil Karimunjawa. sambutan baik ditunjukan para peserta dengan memberikan berbagai masukan terhadap penelitian ini. Dalam sesi ini dia adalah satu-satunya speaker  S-1.

Cahya Kurnia Fusianto  mempresentasikan paper berjudul “Biodiversity of Coral and Coral Fish as Bioindicator of Coral Reef Ecosystem Conditions in Menjangan Kecil Island, National Park Karimunjawa, Jepara, Central Java” juga menunjukan performa terbaik dalam sesi paralel. Berpredikat sebagai satu-satunya mahasiswa dalam sesi paralel PSC yang kemudian dikhususkan dengan pembentukan forum baru yaitu CTI (Coral Triangle Initiatives) ASEAN. Merupakan prestasi yang membanggakan bagi KSK, UGM dan Indonesia. Dalam sesi tersebut Cahya berhasil meyakinkan audiens bahwa kawasan Karimunjawa pantas dan seharusnya dimasukan dalam Coral Triangle Initiatives.

Pada hari yang sama presentasi paralel Non-symposium juga dilaksanakan, Amarizni mosyaftiani dengan paper “Biodiversity of Mollusks in Coastal Area of Menjangan Kecil Island, Karimunjawa National Park, Central Java, Indonesia” mendapatkan perhatian khusus. Dengan presentasi yang baik dan penyampaian yang tenang berhasil meyakinkan audiens pentingnya database keanekaragaman Moluska di Taman Nasional Karimunjawa.

beberapa menit kemudian Ibnu Agus A dengan paper “(Decapod Crustaceans) Community In Coastal Area of Drini,Yogyakarta, Indonesia” mempresentasikan dinamika populasi dekapoda terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di pantai drini. Melalui presentasi ini dapat memberikan pengetahuan baru tentang dinamika dan keanekaragaman dekapoda di daerah tropis khususnya di Indonesia bagi para audiens.

Selanjutnya di ruang yang berbeda Sigid Dwi Maryanto membawa paper “The Comparison of Melon (Cucumis melo L.) Phenotypic Characters Among Melodi Gama-1, Gama Melon Basket, and Commercial Cultivars Using Multilocation and Multiseason Test” dalam sub-tema Agriculture menunjukan kepada audiens keunggulan Melodi Gama, presentasi ini adalah jalan bagi produk pertanian milik UGM ini untuk Go International.

Delegasi KSK Biogama 

Perjalanan menuju Kuala Lumpur meretas kembali asa untuk terbang lebih tinggi lagi, Dengan Doa, Semangat dan tekad yang kuat keterbatasan dapat kita lewati. KSK memang belum mampu mewujudkan Divisi Diving, tapi Keikutsertaan dalam Coral Triangle Initiatives ASEAN di 22nd PSC menjadi penyemangat untuk terus maju.  Selain itu Publikasi internasional yang ke-4  KSK  dalam forum internasional ini tentu saja akan menjadi penyemangat bagi para generasi penerus.

JALES VIVA, JAYA KSK!!

%d bloggers like this: