Gedor Lawang #2 – Kunjungan Ke Rumah Alumni

Gedor Lawang #2 – Kunjungan Ke Rumah Alumni

Tak kenal maka tak sayang.

Siapa yang tak familiar dengan kalimat tersebut? Dengan mengenal seseorang kita bisa menjadi akrab kemudian seiring berjalannya waktu, kita akan merasa seperti dengan keluarga sendiri. Oleh karena itu, KSK mengadakan Gelang #2 dengan tujuan sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Gadingsari, tepatnya rumah Mas Ardyan.

Siapa tuh Mas Ardyan? Hayoloh belum pada tau kan? Yuk kenalan!

Mas Ardyan adalah salah seorang alumni KSK yang sekarang berprofesi menjadi dosen di UIN. Saat ini beliau tinggal bersama istri tercintanya dan anak laki-lakinya yang masih kecil. Mas Ardyan ini merupakan anggota angkatan diklat DIII. Bisa dibilang, Mas Ardyan termasuk anggota KSK yang merasakan suka duka dan jatuh bangunnya KSK pada awal pembentukannya. Seperti apa sih KSK pada awal pembentukannya? Jadi, begini kata Mas Ardyan…

Mas, bagaimana sih awal pembentukan KSK?

Jadi, dulu sebelum ada KSK terbentuk Matala terlebih dahulu. Salah satu anggota Matala (saya lupa namanya) memiliki minat terhadap kelautan dan ingin membuat kelompok studi yang baru. Kemudian dia beserta beberapa orang mulai berkumpul dan membuat kelompok studi laut. Namun, pembentukan kelompok studi ini membutuhkan waktu yang panjang karena terkait dengan izin dekanat. Selain itu juga ada sedikit cekcok antara anak KSK dengan Matala pada saat itu. Setelah melewati beberapa hal, akhirnya kelompok studi ini pun terbentuk.

Bagaimana sih kegiatan KSK pada zamannya Mas dulu?

Dulu kelas keilmuan KSK hanya dibagi menjadi 2, flora dan fauna. Kami dibagi sesuai minat kami masing-masing. Kemudian, dulu juga sudah ada ekspedisi namun inisiatif sendiri dengan mengendarai motor ke Karimun Jawa bermodalkan nekat. Jadi dulu kami bersembilan berencana ingin melakukan perjalanan ke laut. Dengan uang yang pas-pasan dan tangki bensin yang diam-diam kami bawa (karena di kapal tidak boleh membawa tangki bensin) kami berangkat ke sana. Walaupun hanya dengan uang yang pas-pasan kami masih bisa makan secukupnya, hehe. Kalian sudah pernah ke Karimun Jawa belum? Coba kalian kesana, hehe.

Ceritain dong mas pengalaman-pengalaman yang berkesan selama menjadi anggota KSK

Kalau pengalaman berkesan, dulu pernah waktu saya diklat. Saya pernah hampir jotos-jotosan sama kating (lupa namanya) karena waktu itu ada masalah kemudian saya emosi akhirnya kamu berantem. Namun anak-anak lain menengahi. Wah, kalau tidak ditahan sih saya jotos itu orang hehehe. Kemudian, dulu itu kalau diklat banyak yang kesurupan. Karena pantai tempat kami melaksanakan diklat memang agak gimana gitu. Kata salah satu kating (lupa juga namanya) yang bisa melihat, memang banyak disana yang begituan. Tapi sekarang pantai sudah ramai jadi sudah jarang yang kesurupan massal begitu. Kemudian waktu Jogja gempa, kami kan tidak bisa melakukan diklat lapangan di laut, karena dikhawatirkan akan ada tsunami. Akhirnya kami melakukan diklat lapangan di sungai. Nah, saat itu ada calon anggota yang cukup gemuk tapi bisa berenang melewati rintangan begitu dengan menelusuri pinggiran sungai dengan tali. Eh, dia terpeleset! Akhirnya dia masuk ke air lalu tenggelam. Nah akhirnya saya deh yang nolongin. Kata orang disana, sungai itu memang sering makan korban dan di tempat itu pula banyak yang tenggelamnya.

Kalau Mas sendiri, setelah lulus ngapain?

Dulu saya bingung mau melanjutkan S2 kemana. Karena sejak kecil saya tinggalnya di Jakarta, ya saya memikirkan untuk lanjut di tempat lain. Karena S1 saya di UGM, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan S2 ke ITB. Lalu sekarang tinggal di sini bersama istri dan anak saya. Anak saya jago lho bahasa Inggrisnya, bisa bahasa Cina juga, hehe. Lalu, saya dan teman saya sekarang membuat aplikasi. Jadi aplikasi ini bisa untuk mengetahui persebaran hewan-hewan yang ada di Indonesia, tetapi karena database yang masih kurang jadi hanya seadanya saja.

Masih banyak lagi yang kami obrolkan pada saat itu. Obrolan berlangsung seru dengan macam-macam topik yang tak hanya membahas KSK dan Mas Ardyan sendiri. Tak terasa sudah cukup lama kami berbagi cerita bersama Mas Ardyan. Rasanya begitu cepat karena obrolannya seru dan lucu-lucu. Terakhir, Mas Ardyan menyampaikan pesan dan wejangan untuk KSK ke depannya lalu kami berfoto bersama. Lalu kami izin berpamitan dan pulang.

Dengan kunjungan ke alumni ini, kami berharap anggota KSK semakin memiliki rasa memiliki dan kekeluargaan yang lebih erat lagi.

Jales viva? Jaya KSK!

%d blogger menyukai ini: